Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Maret 2017

25 Nama - Nama Pendek Anak (Bayi) Laki - Laki dan Perempuan Populer

Nama Anak Laki-Laki

Huruf depan A :

  1. Aan
  2. Abi
  3. Abu
  4. Aca
  5. Adi
  6. Ade
  7. Ado
  8. Afi
  9. Aga
  10. Aji
  11. Aka
  12. Aki
  13. Ale
  14. Ali
  15. Ami
  16. Api
  17. Ape
  18. Aqi
  19. Ara
  20. Ari
  21. Ata
  22. Ato
  23. Ave
  24. Awa
  25. Awi
  26. Axa
  27. Axe
  28. Aya
  29. Aza
  30. Azi


Nama Anak Perempuan

  1. Aci
  2. Ade
  3. Ani
  4. Ari
  5. Ais
  6. Ali
  7. Ake
  8. Oki
  9. Oke
  10. Oka
  11. Iis
  12. Ita
  13. Ira
  14. Ina
  15. Zia
  16. Aya
  17. Dea
  18. Ema
  19. Eza
  20. Ezy
  21. Sri
  22. Deo
  23. Dia
  24. Gia
  25. Kia
  26. Lia
  27. Bee
  28. Eis
  29. Iin
  30. Pia

Selasa, 18 Oktober 2011

Nama Menteri Baru Hasil Resuffle Kabinet Terbaru

Inilah Nama Nama Menteri Hasil Resuffle Kabinet:

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Hatta Rajasa
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Agung Laksono
Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
Menteri Hukum dan HAM: Amir Sjamsuddin (menggantikan Patrialis Akbar)
Menteri Keuangan: Agus Martowardjojo
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (menggantikan Darwin Zahedy Saleh)
Menteri Perindustrian: MS Hidayat
Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (menggantikan Mari Elka Pangestu)
Menteri Pertanian: Suswono
Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
Menteri Perhubungan: EE Mangindaan (menggantikan Freddy Numberi)
Menteri Kelautan dan Perikanan: Tjitjip Sutardjo (menggantikan Fadel Muhammad)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh
Menteri Sosial: Salim Segaf Aljufrie
Menteri Agama: Suryadharma Ali
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (menggantikan Jero Wacik)
Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
Menneg Riset dan Teknologi: Gusti Mohammad Hatta (menggantikan Suharna Surapranata)
Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
Menneg Lingkungan Hidup: Beerth Kambuaya (menggantikan Gusti Moh Hatta)
Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (menggantikan EE Mangindaan)
Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
Menneg BUMN: Dahlan Iskan (menggantikan Mustafa Abubakar)
Menneg Perumahan Rakyat: Djan Faridz (menggantikan Suharso Manoarfa)
Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng

Pejabat Negara Hasil Resuffle yang ikut diganti :

Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Letjen TNI Marciano Norman (menggantikan Jenderal Pol Purn Sutanto)

Presiden mengangkat sejumlah Wakil Menteri. 
Berikut ini adalah daftar calon wakil menteri:

Wakil Menteri Keuangan: Mahendra Siregar (sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan)
Wakil Menteri Perdagangan: Bayu Krisnamurthi (sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian)
Wakil Menteri BUMN: Mahmuddin Yasin (sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN)
Wakil Menteri Pertanian: Rusman Heriawan.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan: Wiendu Nuryanti
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan: Musliar Kasim
Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Eko Prasodjo
Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron
Wakil Menteri Luar Negeri Wardana
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Sapta Nirwandar
Wakil Menteri ESDM: Widjajono Partowidagdo
Wakil Menteri Agama: Nasaruddin Umar
Wakil Menteri Hukum dan HAM: Denny Indrayana

Sebelumnya, Presiden juga telah menetapkan sejumlah wakil menteri di bawah ini:

Wakil Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
Wakil Menteri Perindustrian: Alex Retraubun
Wakil Menteri Perhubungan: Bambang Susantono
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Lukita Dinarsyah Tuwo
Wakil Menteri Keuangan: Anny Ratnawati
Wakil Menteri Pekerjaan Umum: Hermanto Dardak

Senin, 17 Oktober 2011

Saatnya Evaluasi Ulang Kebijakan Naturalisasi Pemain Sepakbola ?

Belakangan ini Indonesia sedang kebanjiran orang-orang yang pindah kewarganegaraan atau naturalisasi. Kebijakan pengendoran kran naturalisasi ini bermula dari kegelisahan sebagian rakyat indonesia atas prestasi persepabolaan tanah air yang semakin hari semakin merosot, beberapa tokoh mewacanakan untuk melakukan upaya naturalisasi terhadap para pemain bola profesional dari luar negeri yang memiliki keterikatan historis dengan indonesia. begitu dilonggarkannya kebijakan naturalisasi maka berbondong bondong para pemain bola mendaftarkan diri mengganti kewarganegaraannya menjadi warga negara indonesia. tercatat seperti irfan bachdim, kim dan beberapa warga keturunan indonesia yang tinggal di luar negeri menkonversi status kewarga negaraannya menjadi warga negara indonesia. memang kebijakan naturalisasi tersebut sempat
memberikan harapan angin segar terhadap prestasi persepabolaan indonesia, terbukti indonesia di piala AFF menjadi runner up dan mendogkrak rangking sepakbola indonesia menjadi lebih baik. sambutan antusias masyarakat atas prestasi sepakbola dengan racikan pemain naturalisasi memang luar biasa, beberapa pesepakbola naturalisasi mulai mendapat tempat di hati masyarakat dan klub yang dia ikuti. Tak ayal banyak iklan dan tawaran manggung diluar profesi sepakbola mengalir kepada mereka (tidak bisa dipungkiri secara talenta dan performa penampilan memang irfan bachdim diatas rata-rata). kondisi mendadak jadi terkenal di negara barunya yang tidak ia rasakan di negara lamanya, ternyata melunturkan niat utamanya yaitu menjadi pemain inti nasional dan memberikan sumbangsih terhadap kemajuan sepakbola, beberapa diantaranya yang sibuk dengan urusan pribadi mulai mengacuhkan kewajiban utamanya membela timnas. kondisi inilah yang membuat prihatin kita semua dan merasa air susu dibalas dengan air tuba. melihat kondisi semacam ini perlu kiranya di evaluasi ulang kebijakan melonggarkan kran naturalisasi, perlu dibuat semacam reward and punishment terhadap sumbangsih pemain naturalisasi tersebut, misalnya diberikan tenggang waktu selama 5 tahun dalam masa percobaan naturalisasi, apabila dalam 5 tahun tersebut si pemain yang diberikan naturalisasi tidak mampu menjaga komitmennya maka akan dicabut hak naturalisasinya dan dikembalikan ke negara asalnya, sehingga kasus semacam irfan bachdim yang mangkir dari panggilan memperkuat timnas tidak terulang lagi dan menjadi pembelajaran bagi para pemain pemain yang ingin di naturalisasi untuk berhitung untung ruginya ikut seleksi naturalisasi.

Adv Today